Posted by: ayahrizki | Mei 15, 2008

6 Pertanyaan …

6 Pertanyaan Imam Ghazali kepada murid-muridnya

Suatu ketika saat berkumpul dengan murid-muridnya, Imam Ghazali mengajukan pertanyaan kepada para murid-muridnyanya :

1. Apakah yang paling dekatdengan diri kita?

Murid-muridnya menjawab : jantung, hati, mata.

Bukan itu kata Imam Ghazali, yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Kita tidak tahu kapan ia datang, apakah besok, lusa, ataukah semenit mendatang.

2. Apakah yang paling jauh dari kita?

Ada yang menjawab : negeri Cina, bulan, bahkan matahari.

Yang paling jauh dari kita kata Iman Ghazali adalah masa lalu, sedetik yang telah lalu tidak bisa engkau kejar walaupun dengan menunggang kuda.

3. Apakah yang paling besar?

Para muridnya menjawab : Bukit, gunung, bumi.

Kata Iman Ghazali, bukan itu yang dinamakan besar. Tapi yang terbesar adalah Hawa nafsu. Oleh karena itu jagalah diri kalian agar tidak terbawa olehnya kepada kesesatan.

4. Apakah yang paling berat?

Besi, baja, batu, kata murid-muridnya.

Yang terberat kata Imam Ghazali adalah memegang amanah.

5. Apakah yang paling ringan?

Murid-muridnya menjawab : kapas, kertas, debu.

Berkata Imam Ghazali : “Yang paling ringan adalah meninggalkan shalat.”

6. Pertanyaan terakhir, apakah yang paling tajam?

Para hadirin ada yang menjawab : “Pisau, panah, pedang”

Imam Ghazali : “Yang paling tajam adalah lisan atau lidahmu. Maka jagalah Ia agar tidak melukai dirimu atau orang lain”.

(Terimakasih kepada teman saya dr. Ivan Tabrani atas kirimannya, untuk mengingatkan saya)

Demi masa, sesungguhnya manusia itu selalu dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman (kepada Allah swt) dan beramal sholeh, saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan saling nasehat-menasehati dengan kesabaran. (QS. Al Ashr)

Posted by: ayahrizki | Mei 7, 2008

BBM Mau naik lagi

Tanggal 1 Juni 2008 rencananya pemerintah positif bakal kembali menaikan harga BBM jenis solar dan bensin. Ini adalah sebuah berita yang amat sangat membuat rakyat tambah susah. Sudah susah dibikin tambah susah lagi. Aduuh… kasihan rakyat Indonesia. Di negara yang penuh dengan kekayaan alam ini, rakyatnya malah banyak yang miskin dan mungkin akan tambah miskin.

Menurut seorang teman, sebenarnya kalau pemerintahan kita bagus dari tingkat pusat sampai pemerintah daerah, bersih dari korupsi dan kolusi, rakyat tidak akan bertambah miskin seperti sekarang ini. Dengan keuntungan dari perusahaan minyak negara (pertamina dll) saja sebenarnya sudah bisa membuat rakyat makmur atau minimal hidup cukup dan tidak miskin. Tetapi dasarnya pemerintah (pusat dan daerah) penuh dengan korupsi dan kolusi, lebih mementingkan diri sendiri dan golongan, rakyat jadi korban. Akibatnya bakal tambah banyak lagi masalah-masalah sosial yang akan bermunculan.

Ayo kita bangkit! Lawan korupsi yang ada dimana saja!

Posted by: ayahrizki | Februari 25, 2008

Lakukan Yang Terbaik HARI INI!

Jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga.

Hari kemarin, Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan atau mengulangi kegembiraan yang Anda rasakan kemarin. Masa lalu telah mati.

Pintu masa lalu telah tertutup. Pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri Anda untuk hari ini. Anda dapat mengerjakan lebih hal hari ini bila Anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Lakukan yang terbaik.

Saya memilih sebuah cerita yang semoga mampu menggugah Anda. Cerita ini ditulis oleh darknessking tentang kisah-kisah inspiratif makna langkah terbaik dalam melakukan sesuatu dengan ikhlas.

Suatu hari, seorang anak lekaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa di kantongnya hanya tersisa uang beberapa sen, dan ia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda itu melihat dan berpikir anak lelaki di hadapannya pastilah lapar. Oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.

Anak lekaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya,”Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?” Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu memnbayar apa pun.”

“Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan,” kata wanita itu menambahkan.

Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata: “Dari dalam hatiku, aku berterimakasih pada Anda.”

Bertahun-tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.

Dr. Howard dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata Dr. Howard. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu.

Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan akan melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan. Wanita itu sembuh!! Dr. Howard meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.

Dr. Howard melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembah tagihan, kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus diangsur seumur hidupnya. Akhirnya, ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut. Dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi: “Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu!” Tertanda Dr. Howard Kelly.

Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: “Ya Allah, terimakasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”

Dikutip dari Inspiring Story dalam buku “30 Hari Mencari Jati Diri” karya Aris Ahmad Jaya.

Posted by: ayahrizki | Februari 20, 2008

Fitrahnya Cinta itu Sangatlah Dahsyat

Pada tahun 1971, surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang mulam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukul anak dan istrinya.

Suatu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan istrinya, lalu ia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan dia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Dia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya.

Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai istri dan anak-anaknya.

Dia berharap, dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis:

Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku, namun, jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku pada satu-satunya pohon beringin yang ada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji, aku tidak akan pernah lagi mengganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku.”

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari istrinya. Dia tidak tahu apakah istrinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya?

Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya dan mereka meminta kepada sopir bus itu, “Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan. Kita mesti lihat apa yang akan terjadi.”

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.

Akhirnya dia melihat pohon itu.

Air mata menetes dari matanya. Dia tidak melihat sehelai pita kuning. Tidak ada sehelai pita kuning. Tidak ada sehelai. Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning bergantungan di pohon beringin itu.  Seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning.

Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini.

Kisah nyata ini  menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree“, dan ketika album ini dirilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.

I’m coming home
I’ve done my time
And I have to know what is or isn’t mine
If you received mu letter
Telling you I’d soon be free
Then you’d know just what to do if you still want me
If you still want me
Oh tie a yellow ribbon
‘Round the old oak tree it’s been three long years
Do you still want me
If I don’t see a yellow ribbon ’round the old oak tree
I’ll stay on the bus, forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon ’round the old oak tree
Bus driver please look for me
‘Cause I couldn’t bare to see what I might see
I’m really still in prison
And my love she holds the key
A simple yellow ribbon’s all I need to set me free
I wrote and told her plase
Oh tie a yellow ribbon ’round the old oak tree
It’s been three long years
Do you still want me
If I don’t see a yellow ribbon ’round the old oak tree
I’ll stay on the bus, forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon ’round the old oak tree
Now the whole damn bus is cheering
And I can’t believe
I see a hundred yellow ribbons ’round the old

Dikutip dari Buku 30 Hari Mencari Jati Diri, karya Aris Ahmad Jaya

Posted by: ayahrizki | Februari 2, 2008

DAHSYATNYA ENERGI PELUKAN…

Di gua Hira, suatu hari Nabi Muhammad SAW tengah ber’uzlah, beribadah kepada Rabbnya. Setelah sekian hari ia lalui dalam rintihan do’a, puja dan harap pada Sang Khaliq, tiba-tiba muncul makhluk dalam wujud sesosok laki-laki. “Iqra!” katanya.

Muhammad SAW menjawab, “Aku tidak dapat membaca!”. Laki-laki itu merengkuh Muhammad ke dalam pelukannya, kemudian mengulang kembali perintah “Iqra!”. Muhammad memberikan jawaban yang sama dan peristiwa serupa pun terulang hingga tiga kali. Setelah itu, Muhammad dapat membaca kata-kata yang diajarkan lelaki itu. Kata-kata itu adalah wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Muhammad melalui Jibril, sang makhluk bersosok laki-laki yang menemui Muhammad di gua Hira.

Sepulang dari gua, Muhammad mencari Khadijah istrinya dan berkata, “Selimuti aku, selimuti aku!”. Ia gemetar ketakutan, dan saat itu yang paling diinginkannya adalah kehangatan, ketenangan dan kepercayaan dari orang yang dicintainya. Belahan jiwanya, istrinya. Maka Khadijah pun menyelimutinya, memeluknya dan mendengarkan curahan hatinya. Kemudian ia menenangkannya dan meyakinkannya bahwa apa yang dialami Muhammad bukanlah sesuatu yang menakutkan, namun amanah yang akan sanggup ia jalankan.

Dalam suatu pelatihan manajemen kepribadian, para instruktur yang juga psikolog mengajarkan berbagai terapi penyembuhan permasalahan kejiwaan. Dari semua terapi yang diberikan selalu diakhiri dengan pelukan, baik antar sesama peserta yang muhrim maupun dengan yang sejenis.

Menurut mereka, pelukan adalah sebuah terapi paling mujarab hampir dari semua penyakit kejiwaan dan emosi. Pelukan akan memberikan perasaan nyaman dan aman bagi pelakunya. Pelukan akan menyalurkan energi ketenangan dan kedamaian dari yang memeluk kepada yang dipeluk. Pelukan akan mengendorkan urat syaraf yang tegang.

Di dalam rumah tangga, apa yang kita inginkan pertama kali ketika kita sedang bersedih, marah atau apapun yang secara emosi mengguncang perasaan kita? Ya… dipeluk suami atau istri. Pelukan itu akan menenangkan kita, membuat kita nyaman dan tenang kembali. Ya… saling memeluk.

Pelukan itu akan menurunkan tensi emosi di antara kita. Pelukan itu akan merekatkan kembali ikatan cinta di antara kita setelah luka dan kecewa yang sempat tertoreh. Pelukan itu, akan membuat kehidupan rumah tangga kita menjadi semakin mesra. Segala sedih, segala marah, segala kecewa dan segala beban hilang oleh kehangatan pelukan.

Pelukan itu tidak hanya berlaku ketika kita terguncang secara emosi. Seyogyanya pelukan itu menjadi satu kebiasaan sehari-hari kita. Bagi seorang istri ketika suami tiba di rumah sepulang dari kantor atau dari bepergian adalah memeluk suami. Memeluknya erat-erat. Ketika bangun dari tidur adalah memeluk dan dipeluk pasangan masing-masing. Memeluknya kuat-kuat.

Kalau memeluk dan dipeluk menjadi kebiasaan di rumah tangga kita, maka bila tidak melakukannya menjadi seperti hutang yang harus dibayar. Jika kita bangun pada jeda waktu yang tidak sama, maka “hutang” kebiasaan itu bisa dilakukan setelah qiyamul-lail atau setelah sholat subuh. Atau jika kita tidur di kamar yang berbeda, maka jelang subuh atau sehabis subuh, salah satu dari kita hendaknya menyusul yang lainnya. Hanya untuk satu hal saja : memeluk dan dipeluk.

Berdasarkan hasil penelitian, kita butuh 4 (empat) kali pelukan per hari untuk bertahan hidup, 8 (delapan) kali untuk tetap sehat dan 12 (duabelas) kali untuk pertumbuhan. Jika ingin terus tumbuh, kita butuh 12 (duabelas) kali pelukan per hari. Pelukan berkhasiat menyehatkan tubuh. Pelukan merangsang kekebalan tubuh kita. Pelukan membuat kita merasa istimewa. Pelukan memanjakan sifat kekanak-kanakan yang ada dalam diri kita. Pelukan membuat kita lebih merasa akrab dengan keluarga dan saudara-saudara kita.

Pelukan bisa membuat kita panjang umur, melindungi dari penyakit, mengatasi stres dan depresi, mempererat hubungan keluarga dan membantu tidur nyenyak. (The Aladdin Factor, Jack Canfield & Mark Victor Hansen).

Pelukan hangat dapat melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian. Hormon tersebut akan menekan hormon penyebab stres yang awalnya mendekam di tubuh (Jurnal Psychosomatic Medicine).

Hasil-hasil penelitian tersebut, memberikan keterangan ilmiah atas kecendrungan dalam diri setiap manusia untuk mendapatkan ketenangan dan kehangatan melalui pelukan. Penelitian tersebut memberikan fakta ilmiah atas besarnya energi yang dapat disalurkan melalui pelukan.

Sayangnya… banyak dari kita dibesarkan dalam rumah yang di dalamnya pelukan itu adalah sesuatu yang tidak lazim dan kita mungkin merasa tidak nyaman minta dipeluk dan memeluk. Bisa jadi, kekurangan energi pelukan ini adalah termasuk salah satu faktor yang menyebabkan maraknya kasus ketidak-stabilan emosi manusia seperti yang terjadi belakangan ini.

Dan bisa jadi, sesungguhnya solusi untuk mengurangi berbagai permasalahan itu sebenarnya sederhana saja: yaitu pemberian pelukan kasih sayang yang berenergi dari seorang suami kepada istrinya atau sebaliknya, orangtua kepada anak-anaknya. Bukankah Rasulullah SAW sangat gemar memeluk istri, anak, cucu dan bahkan anak-anak kecil di lingkungannya dengan penuh kasih sayang? Bahkan pernah ada suatu kisah ketika Rasulullah SAW mencium dan memeluk cucunya, seorang sahabat menyatakan bahwa hingga ia punya 10 (sepuluh) orang anak, tak satu pun yang pernah ia curahi dengan peluk cium. Rasulullah SAW saat itu berkomentar, “Sungguh orang yang tidak mau menyayangi (sesamanya), maka dia tidak akan disayang.” (HR Bukhari).

Saudaraku… rasanya sudah sangat cukup alasan bagi kita untuk mencurahi pasangan hidup dan anak-anak kita dengan pelukan kasih sayang. Pelukan yang melahirkan dahsyatnya energi. Ya… energi kehidupan, Insya Allah.

Sumber: Kaderisasi DPD

Posted by: ayahrizki | Februari 1, 2008

Kalau Anda Ingin Kaya…

Dari berbagai ceramah pengajian, ta’lim, informasi-informasi dan cerita-cerita pengalaman pribadi orang-orang yang telah menjadi “orang kaya”, saya menyimpulkan bahwa kalau kita ingin kaya, caranya adalah:

  1. Rajin beribadah kepada Allah SWT.
  2. Rajin berusaha.
  3. Rajin infaq/sedekah.

Beribadah di sini adalah dalam arti luas, bukan berarti hanya ibadah ritual seperti sholat, puasa, zikir dan sebagainya, tetapi melingkupi segala aspek keseharian kita. Misalnya seperti ketika berjalan, ketemu sesuatu yang menghambat atau sesuatu yang mungkin bisa mencelakakan orang banyak (walaupun hanya sebuah duri), kita berupaya untuk menyingkirkannya, itu adalah ibadah.

Rajin usaha di sini adalah usaha apa saja, yang penting halal. Halal caranya dan halal hasilnya.

Rajin infaq/sedekah, nah untuk yang ini masih banyak yang males-malesan. Dalam suatu hadist, Rasulullah SAW bersabda, kalau seorang muslim rajin bersedekah, hal ini TIDAK akan mengurangi rezki yang telah diperolehnya, justru akan semakin bertambah, bertambah dan bertambah. Ustad Yusuf Mansur, seorang ustad yang sering berceramah tentang Keajaiban Shodaqoh (”The Power of Giving”), selalu mengingatkan jemaah tentang keuntungan bersedekah. Kalau kita bersedekah Rp 1.000, insya Allah kalau kita ikhlas karena Allah, maka Allah akan membalasnya 10 kali lipat menjadi Rp 10.000. Kalau kita punya uang Rp 10.000, kemudian di sedekahkan Rp 1.000, insya Allah uang kita nanti akan menjadi Rp 19.000.  Kenapa? Karena dengan bersedekah Rp 1.000 tentu uang kita menjadi tinggal Rp 9.000, tetapi dari sedekah yang Rp 1.000 tadi kita mendapat balasan Rp 10.000, jadilah uang kita jadi Rp 19.000. Nggak percaya? Silahkan amalkan dengan ikhlas didukung dengan ibadah yang baik kepada Allah. Insya Allah, Allah SWT tidak menyia-nyiakan amalan hambanya yang ikhlas.

Wallahu’alam.

Posted by: ayahrizki | Januari 26, 2008

Pay It Forward! Mari Bantu Sesama

Klip-klip film ini berisi motivasi untuk kita agar mau saling membantu sesama, tentang harapan besar untuk menyelamatkan dunia. Why not?

Pay It Forward! Menciptakan semangat untuk membantu sesama, seperti sebuah jaring MLM, tetapi untuk niat yang tulus dan untuk kebaikan. Bantulah 3 orang yang membutuhkan bantuan, jangan mengharapkan imbalan darinya, tetapi ajak orang yang Anda bantu untuk membantu 3 orang lainnya… Begitu seterusnya. Ini baru 3 orang, bagaimana jika lebih… tentu lebih baik.

Please watch!

Posted by: ayahrizki | Januari 26, 2008

Cara Terbaik Menghadapi Kesalahan

Cara terbaik menghadapi kesalahan adalah :

  1. Segera mengakuinya
  2. Tidak mendiamkannya
  3. Belajar dari kesalahan itu
  4. Tidak mengulanginya
  5. Tidak melemparkan kesalahan (kepada orang lain) atau mencari-cari alasan.

Sumber : 30 Hari Mencari Jati Diri, hal.52, Aris Ahmad Jaya

Posted by: ayahrizki | Januari 19, 2008

Selamat Datang

Selamat datang di blog saya, tempat saya (dan kita) belajar, mencoba dan berusaha untuk berhasil.

Iklan:


Anda ingin saya bantu promosi ? Join Gratis

Kategori